<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Informasi Selebritis Terbaru - CeknRicek Official Website &#187; Editor&#8217;s Note</title>
	<atom:link href="http://cekricek.co.id/category/editors-note/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://cekricek.co.id</link>
	<description>Berita Artis Indonesia Terbaru - Berita Selebritis</description>
	<lastBuildDate>Fri, 18 May 2012 10:44:46 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
		<item>
		<title>Pelabuhan Terakhir Anang</title>
		<link>http://cekricek.co.id/pelabuhan-terakhir-anang/</link>
		<comments>http://cekricek.co.id/pelabuhan-terakhir-anang/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 15 May 2012 07:55:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Editor's Note]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cekricek.co.id/?p=49084</guid>
		<description><![CDATA[Ditulis oleh Ariful Hakim di Tabloid C&#38;R, Edisi 716, Rabu, 16 Mei 2012 &#160; Setelah berbilang bulan menjalin hubungan kasih dengan Ashanty, cinta Anang akhirnya berujung dalam sebuah ijab kabul. Pernikahan mereka seolah menjadi penutup petualangan Anang mencari pengganti KD, yang sempat singgah dari satu perempuan ke perempuan lain. Tuntas sudah janji Anang menikahi Ashanty. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-family: Arial,sans-serif;"><span style="font-size: small;">Ditulis oleh Ariful Hakim di Tabloid C&amp;R, Edisi 716, Rabu, 16 Mei 2012</span></span></p>
<p>&nbsp;</p>
<p><span style="font-family: Arial,sans-serif;"><span style="font-size: small;">Setelah berbilang bulan menjalin hubungan kasih dengan Ashanty, cinta Anang akhirnya berujung dalam sebuah ijab kabul. Pernikahan mereka seolah menjadi penutup petualangan Anang mencari pengganti KD, yang sempat singgah dari satu perempuan ke perempuan lain.</span></span></p>
<p><span style="font-family: Arial,sans-serif;"><span style="font-size: small;">Tuntas sudah janji Anang menikahi Ashanty. Mesjid Al Bina di bilangan Senayan, Jakarta, Sabtu (12/5), menjadi saksi bisu bertautnya dua hati mereka dalam satu mahligai rumah tangga. Anang memberi seperangkat alat salat, dua set perhiasan, dan uang tunai Rp 12.512 sebagai mahar.</span></span></p>
<p><span style="font-family: Arial,sans-serif;"><span style="font-size: small;">Ini pernikahan kedua Anang, menyusul sang istri Krisdayanti yang sudah lebih dulu disunting Raul Lemos. Prosesi akad nikah Anang lumayan sakral. Laiknya orang terkenal, Anang meminta Menko Perekonomian Hatta Rajasa dan Bupati Kutai Timur, Isran Noor sebagai saksi nikah. Usai akad, resepsi pernikahan rencananya akan diadakan di Shangri-La Hotel, Jakarta, Minggu (20/5) mendatang.</span></span></p>
<p>&nbsp;</p>
<p><span style="font-family: Arial,sans-serif;"><span style="font-size: small;"><strong>Dunia Akhirat</strong></span></span></p>
<p><span style="font-family: Arial,sans-serif;"><span style="font-size: small;">Pernikahan Anang-Ashanty memang tak mengagetkan publik. Sejak pisah dengan KD, Anang selalu mengatakan hendak mencari istri yang serius. Dalam bahasa Anang, pendamping hidupnya adalah perempuan yang bisa menyeimbangkan kehidupan dunia dan akhirat. Itulah sebab, dibantu guru spiritualnya, K.H. Mahmud Nachrowi, Anang berburu jodoh.</span></span></p>
<p><span style="font-family: Arial,sans-serif;"><span style="font-size: small;">Tentu masih segar dalam ingatan publik, bagaimana Hadi Sunyoto, rekan bisnis Anang yang juga produser musik terkenal, menyebut ada 30 wanita yang coba mendekati Anang. Memang dari jumlah sebanyak itu, hanya tiga nama yang muncul ke permukaan, walau hanya Ashanty yang akhirnya disunting.</span></span></p>
<p><span style="font-family: Arial,sans-serif;"><span style="font-size: small;">Lika-liku Anang mencari jodoh, menariknya seperti memiliki pola yang sama. Awalnya dikenalkan pada media massa lewat kegiatan bersama. Tak lama, sang perempuan digaet sebagai rekan duet, dan sepanjang kerja sama profesional itulah Anang mencoba melakukan penjajakan.</span></span></p>
<p><span style="font-family: Arial,sans-serif;"><span style="font-size: small;">Tercatat dua perempuan yang “dicampakan” Anang begitu saja, tanpa alasan jelas. Nama Windy Trihandayani hingga kini tak ketahuan rimbanya. Sementara Syahrini, walau sempat mengaku sakit hati, popularitasnya justru semakin menjulang usai “dicerai” Anang.</span></span></p>
<p><span style="font-family: Arial,sans-serif;"><span style="font-size: small;">Windy, Syahrini dan Ashanty sama-sama memiliki rupa menawan. Sosok mereka, seolah menegaskan pernyataan KD, yang memuji Anang memiliki selera tinggi pada perempuan. Sebagai duda beranak dua, Anang juga tampak percaya diri, dengan menggaet perempuan cantik yang masih lajang. Konon karena status Anang inilah, yang sempat membuat orang tua Ashanty ketar-ketir, walau akhirnya harus mengalah karena sang anak sudah kadung jatuh cinta.</span></span></p>
<p><span style="font-family: Arial,sans-serif;"><span style="font-size: small;">Anang agaknya sadar benar, segenap kontroversi yang mengiringi hubungan kasihnya dengan perempuan, menjadi promosi gratis pamornya yang sempat meredup. Siapa sih yang mengenal Anang dengan baik, saat ia masih tenggelam di bawah nama besar mantan istrinya, yang dijuluki diva musik Indonesia?</span></span></p>
<p><span style="font-family: Arial,sans-serif;"><span style="font-size: small;">Posisi Anang sebagai musisi kawakan, memang menjadi kekuatan tawar lain, saat ia menggaet teman duet yang belum punya nama. Buktinya, baik Windy, Syahrini maupun Ashanty mengaku tersanjung, ketika direkrut Anang ikut mendampingi berduet, dengan alasan nama besar Anang di dunia musik Indonesia.</span></span></p>
<p><span style="font-family: Arial,sans-serif;"><span style="font-size: small;">Walau duetnya dengan Ashanty tak seheboh kebersamaannya bersama Syahrini, tapi Anang rupanya punya penilaian lain terhadap Ashanty, hingga memutuskan untuk menikahinya. Memang, dalam sebuah kesempatan, Ashanty menilai Anang sebagai sosok yang tegas dan taat beragama. Barangkali Ashanty sudah siap mengimbagi karakter Anang, hingga ia dianggap bisa menjadi penyeimbang dunia dan akhirat bagi kehidupan Anang.</span></span></p>
<p>&nbsp;</p>
<p><span style="font-family: Arial,sans-serif;"><span style="font-size: small;"><strong>Kenalan di Bali</strong></span></span></p>
<p><span style="font-family: Arial,sans-serif;"><span style="font-size: small;">Usai menikah, Anang dan Ashanty berkeliling kota Jakarta naik sepeda motor. Sebelumnya, Ashanty memang menghadiahi Anang sebuah motor gede. Menurut Anang, aktivitasnya menaiki motor, sekadar bernostalgia mengenang masa lalunya saat masih kerap memakai sepeda motor di Jakarta.</span></span></p>
<p><span style="font-family: Arial,sans-serif;"><span style="font-size: small;">Anang mengenal Ashanty di Bali. Menurut Ashanty, sekitar awal tahun 2011, ia melihat Anang bernyanyi di sebuah acara. Kebetulan produser yang mengundang Anang adalah produsernya juga. Dari situ, ia diperkenalkan. ”Aku posisinya sebagai orang yang melihat Mas Anang sebagai orang yang terjun lebih dulu di dunia entertain dan musik. Aku juga mengagumi karya-karya Mas Anang. Sebatas itu saja,” kata Ashanty.</span></span></p>
<p><span style="font-family: Arial,sans-serif;"><span style="font-size: small;">Tak disangka, pertemuan itu berbuntut panjang. Anang dan Ashanty suka telepon-teleponan. Ashanty kerap meminta masukan pada Anang, karena ia sudah banyak membuat orang sukses di dunia hiburan. Hingga akhirnya, Ashanty ditawari untuk berduet dan ini sempat membuatnya grogi.</span></span></p>
<p><span style="font-family: Arial,sans-serif;"><span style="font-size: small;">Kedekatan mereka lantas terekspos oleh media. Kebetulan perseteruan Anang dan Syahrini sedang mencapai puncaknya. Anang dan Ashanty lantas digadang-gadang sebagai pasangan duet terbaru, sepeninggal Syahrini. “Belum tahu arahnya ke mana. Kita lihat ke mana prosesnya akan berjalan. Doain aja,” ujar Ashanty saat dikonfirmasi kerjasamanya dengan Anang.</span></span></p>
<p><span style="font-family: Arial,sans-serif;"><span style="font-size: small;">Sekitar April 2011, secara mengejutkan Anang dan Ashanty mengaku sudah resmi pacaran. Keduanya merasa sudah sangat cocok dan ingin menjalin hubungan yang lebih serius. Anang mengungkapkan perasaannya itu di depan para hadirin saat pentas di sebuah hotel berbintang di Jakarta.</span></span></p>
<p><span style="font-family: Arial,sans-serif;"><span style="font-size: small;">Seakan tak mau gegabah, Anang memilih untuk tidak lebih banyak berangan-angan. Lelaki kelahiran Jember, 18 Maret 1969 ini hanya mengungkapkan memilih Ashanty karena masuk dalam kriterianya, yakni bisa dekat dengan kedua anaknya hasil pernikahan dengan Krisdayanti.</span></span></p>
<p><span style="font-family: Arial,sans-serif;"><span style="font-size: small;">Anang resmi melamar Ashanty di Hotel Shangri La, Jakarta Pusat, Februari 2012 lalu dengan menyanyikan lagu <em>Jodohku</em>. Saat lamarannya diterima, Anang sempat memeluk ibundanya, sebelum sepasang cincin disematkan ke jari manis masing-masing oleh ibunda Anang. Sejak malam itu, Anang dan Ashanty resmi terikat dalam sebuah tali pertunangan.</span></span></p>
<p><span style="font-family: Arial,sans-serif;"><span style="font-size: small;">Seolah ingin menegaskan jika Ashanty adalah jodoh yang selama ini dicari, detik-detik pernikahan Anang dan Ashanty juga disiarkan oleh sebuah stasiun televisi  swasta, dalam sebuah program bertajuk sama -<em>Jodohku.</em> Kali ini, Ashanty sudah resmi menjadi istri Anang Hermansyah. Petualangan Anang dengan berbagai kontroversi yang menyertainya pun tampaknya bakal berakhir, karena ia sudah tak sendiri lagi. </span></span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cekricek.co.id/pelabuhan-terakhir-anang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	<enclosure url='' length='2854' type='image/jpeg' />	</item>
		<item>
		<title>Halimah &#8220;Turun Gunung&#8221;</title>
		<link>http://cekricek.co.id/halimah-turun-gunung/</link>
		<comments>http://cekricek.co.id/halimah-turun-gunung/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 15 May 2012 07:53:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Editor's Note]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cekricek.co.id/?p=49080</guid>
		<description><![CDATA[Ditulis Telni Rusmitantri di Tabloid C&#38;R, Edisi 716, Rabu, 16 Mei 2012 &#160; Demi mendukung karya putra kebanggaannya, Halimah Agustina Kamil tampil di hadapan publik, Selasa (8/5) malam. Mantan istri Bambang Trihatmodjo ini datang ke acara gala premiere film Hattrick, yang diproduseri oleh putra keduanya, Panji Adhikumoro Trihatmodjo. Seperti biasa, Halimah irit komentar, meski tak [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-family: Arial,sans-serif;"><span style="font-size: small;">Ditulis Telni Rusmitantri di Tabloid C&amp;R, Edisi 716, Rabu, 16 Mei 2012</span></span></p>
<p>&nbsp;</p>
<p><span style="font-family: Arial,sans-serif;"><span style="font-size: small;">Demi mendukung karya putra kebanggaannya, Halimah Agustina Kamil tampil di hadapan publik, Selasa (8/5) malam. Mantan istri Bambang Trihatmodjo ini datang ke acara gala premiere film <em>Hattrick</em>, yang diproduseri oleh putra keduanya, Panji Adhikumoro Trihatmodjo. Seperti biasa, Halimah irit komentar, meski tak pelit menebar senyum.</span></span></p>
<p><span style="font-family: Arial,sans-serif;"><span style="font-size: small;">Ada yang berbeda pada penampilan Halimah Agustina Kamil saat hadir pada acara <em>gala premiere</em> film <em>Hatrrick,</em> di Epicentrum XXI, Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (8/5) malam. Halimah tampak segar dan trendi. Lupakan dress panjang, kerudung, plus rambut panjang digelung, yang selalu melekat pada penampilan ibu tiga anak dan nenek dua cucu itu.</span></span></p>
<p><span style="font-family: Arial,sans-serif;"><span style="font-size: small;">Malam itu, rambut panjangnya dipangkas pendek dengan <em>blow</em> yang tertata. Halimah bahkan memberi sentuhan <em>highlight </em>pada mahkotanya, dengan warna <em>brunette</em> dan sedikit <em>gold.</em> Busananya pun tampak trendi. Tubuh perempuan berdarah Minangkabau-Thailand, kelahiran New York, 24 Maret 1958 berusia 55 tahun itu dibalut celana jeans hitam plus t-shirt warna senada. Imbuhan cardigan bermotif batik membuat penampilan Halimah terlihat segar.</span></span></p>
<p><span style="font-family: Arial,sans-serif;"><span style="font-size: small;">Itu malam istimewa. Halimah memerlukan ke luar dari “pertapaannya”, demi mendukung kiprah putranya, Panji Adhikumoro Trihatmodjo. <em>Hattrick</em> adalah film yang diongkosi Panji &#8211; putra kedua Halimah-Bambang &#8211; lewat bendera Multivision Pictures, perusahaan milik ayahanda Amrit Punjabi, sahabat Panji. Halimah dan Raam Punjabi, pemilik Multivision, memang sudah berkawan cukup lama. Tak heran, kolaborasi putra-putra mereka dalam film ini didukung penuh. “Saya bangga Panji bisa membuat film dengan tema inspiratif seperti ini,” kata Halimah dengan senyum khas kepada sejumlah wartawan yang mencegatnya di lobi Epicentrum XXI. </span></span></p>
<p><span style="font-family: Arial,sans-serif;"><span style="font-size: small;">Awalnya, Halimah tak mau angkat bicara. Tapi, ketika diajukan pertanyaan tertulis, beberapa hari setelah gala premiere, ia mau juga menanggapi. Maklumlah, yang ditanya seputar aktivitas putra kebanggaannya. Selama ini Halimah terkesan menghindar dari sorotan kamera. Apalagi, jika dikaitkan dengan prahara rumah tangganya dengan Bambang, yang kini sudah kandas.</span></span></p>
<p><span style="font-family: Arial,sans-serif;"><span style="font-size: small;">Malam itu pun, Halimah tak umbar banyak komentar. Sejak kedatangannya di lobi bioskop elite itu, ia hanya banyak menebar senyum. Panji tak kuasa menutupi rasa bahagianya dengan kedatangan sang bunda. “Waktu mau membuat film ini, Mama enggak banyak komentar. Mama cuma menggoda, katanya Mama diundang nonton enggak,” kata Panji terkekeh.</span></span></p>
<p><span style="font-family: Arial,sans-serif;"><span style="font-size: small;">Kebahagiaan ibu dan anak itu layak diapresiasi. Mereka sempat mengalami masa-masa sulit disorot kamera wartawan, saat prahara rumah tangga Halimah-Bambang terangkat, empat tahun lalu. Saat itu Halimah memilih tak pernah sedikit pun angkat bicara soal keretakan rumah tangganya.</span></span></p>
<p><span style="font-family: Arial,sans-serif;"><span style="font-size: small;">Di sela-sela usaha mem-per-ta-han-kan rumah tangganya, Halimah lebih memilih men-dekatkan diri pada Sang Khalik dengan rajin berumrah, membaca Alquran dan berzikir di rumah. Kehadiran dua anak Gendis Siti Hatmanti, putri sulung Halimah, cukup dapat mengobati kesedihan hatinya.</span></span></p>
<p><span style="font-family: Arial,sans-serif;"><span style="font-size: small;">Apalagi, kini setelah melihat Panji sudah lulus kuliah bisnis di California Intercontinental University, di Amerika Serikat. Panji mengikuti jejak ayahandanya terjun sebagai pengusaha. “Masak saya minta uang terus sama orang tua sejak kecil. Sekarang saatnya saya mencari penghasilan sendiri,” kata Panji.</span></span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cekricek.co.id/halimah-turun-gunung/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	<enclosure url='' length='2854' type='image/jpeg' />	</item>
		<item>
		<title>25 Tahun Festival Film Bandung</title>
		<link>http://cekricek.co.id/25-tahun-festival-film-bandung/</link>
		<comments>http://cekricek.co.id/25-tahun-festival-film-bandung/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 15 May 2012 07:49:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Editor's Note]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cekricek.co.id/?p=49060</guid>
		<description><![CDATA[Ditulis oleh Ilham Bintang, di Tabloid C&#38;R edisi 716, Rabu, 16 Mei 2012 Trio Chand Parwez Servia, Edison Nainggolan, Eddy D. Iskandar boleh menarik nafas lega dan patut berbangga. Motor penggerak kegiatan Festival Film Bandung (FFB) itu berhasil mengantar FFB, dari kesannya selama ini sebagai event “lokal” menjadi event Nasional. Sabtu (12/5) malam lalu, stasiun televisi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-family: Arial,sans-serif;"><span style="font-size: small;"><strong>Ditulis oleh Ilham Bintang, di Tabloid C&amp;R edisi 716, Rabu, 16 Mei 2012</strong></span></span></p>
<p><span style="font-family: Arial,sans-serif;"><span style="font-size: small;">Trio Chand Parwez Servia, Edison Nainggolan, Eddy D. Iskandar boleh menarik nafas lega dan patut berbangga. Motor penggerak kegiatan Festival Film Bandung (FFB) itu berhasil mengantar FFB, dari kesannya selama ini sebagai event “lokal” menjadi event Nasional. Sabtu (12/5) malam lalu, stasiun televisi swasta SCTV menayangkan <em>live awarding </em>FFB dari Lapangan Gasibu, Gedung Sate Bandung. “Mulai tahun ini, FFB akan kami tayangkan setiap tahun,” kata Harsiwi Ahmad, Direktur Programming dan Produksi SCTV.</span></span></p>
<p><span style="font-family: Arial,sans-serif;"><span style="font-size: small;">Ihwal FFB di SCTV cukup menarik ceritanya. Terjadinya spontan. Menurut Chand Parwez, pas peringatan Hari Film Nasional 30 Maret lalu, <em>founder</em> FFB ini mencetuskan gagasan bekerjasama dengan stasiun televisi swasta. Persiapannya cuma butuh waktu singkat. “Cuma tiga minggu persiapannya,” cerita Harsiwi yang diamini Chand Parwez malam itu.</span></span></p>
<p><span style="font-family: Arial,sans-serif;"><span style="font-size: small;">Venue acara di tengah Lapangan Gasibu, dengan bangunan Gedung Sate yang anggun sebagai bagian <em>backdrop</em> panggung, FFB tampak megah. Ribuan warga Bandung dan sekitarnya memadati Lapangan Gasibu, dan tetap bertahan hingga akhir acara. Tak cuma bertemu dengan puluhan bintang idola mereka, tetapi juga dihibur penampilan panggung artis seperti Syahrini, Uya Kuya &amp; family, Indah Gita Pertiwi, Cherry Belle, membuat lapangan Gasibu serasa ikut bergoyang.</span></span></p>
<p><span style="font-family: Arial,sans-serif;"><span style="font-size: small;">Penayangan secara <em>live</em> di SCTV jelas merupakan kado istimewa bagi FFB. Tetapi FFB sendiri pun istimewa. FFB merupakan festival film “swasta” pertama dan satu-satunya di tanah air yang mampu bertahan sampai sekarang. Acara itu diselenggarakan secara rutin setiap tahun sejak 1987 hingga usianya mencapai seperempat abad tahun ini. Festival Film Indonesia (FFI) bahkan kalah dalam urusan nafas panjang.</span></span></p>
<p><span style="font-family: Arial,sans-serif;"><span style="font-size: small;">FFI memang festival film pertama dan tertua di tanah air, sudah dimulai sejak tahun 1955. Namun sempat beberapa kali terhenti. FFI “jilid dua” baru dimulai tahun 1973, tetapi kemudian terhenti pada tahun 1992. FFI “jilid tiga” baru dimulai lagi tahun 2004. Persoalan yang dihadapi FFI lebih rumit justru karena pembiayaannnya bergantung dari pemerintah. Sementara pihak pemerintah seringkali menganggap itu <em>event</em> kementeriannya, sehingga ikut campur tangan sampai ke soal teknis penyelenggaraannya.</span></span></p>
<p><span style="font-family: Arial,sans-serif;"><span style="font-size: small;">Sejarah kelahiran FFB, sedikit banyak memang bertujuan melakukan “koreksi” terhadap penyelenggaraan FFI, terutama di masa Orde Baru. FFB dicetuskan dan didirikan oleh seniman, budayawan, kalangan akademisi, kalangan film dan wartawan di Bandung. Tercatat nama nama : Jacob Soemardjo, Yayat Hendayana, Prof. Dr. Sutardjo A. Wiramihardja, Prof. Dr. Saini LM, Ir. Chand Parwez Servia, Eddy D. Iskandar, Edison Nainggolan, Dra. Sofia F. Mansoor, serta beberapa nama yang sudah almarhum, seperti Duduh Durahman, Suyatna Anirun, Hilman Riphansa, dan Bram Darmaprawira.</span></span></p>
<p><span style="font-family: Arial,sans-serif;"><span style="font-size: small;">Semula namanya, Forum Film Bandung. Nama ini dipilih untuk “berkompromi” dengan larangan pemerintah. Di masa Orde Baru, kegiatan festival film hanya boleh ada satu dan satu-satunya, yaitu FFI. Setelah reformasi, FFB pun berganti kulit menjadi terang terangan: Festival Film Bandung.</span></span></p>
<p><span style="font-family: Arial,sans-serif;"><span style="font-size: small;">Ada beberapa perbedaaan FFB dengan FFI. Film-film yang dinilai FFB lebih luas, meliputi film nasional maupun film impor yang beredar di kota Bandung. (Belakangan, FFB  juga menambah wilayah penilaiannya terhadap sinetron). Juri–jurinya bersifat tetap, teratur menonton sepanjang tahun. Sedangkan FFI juri berganti, ditetapkan setiap tahun, dan penilaiannya dilakukan dalam kurun tertentu.</span></span></p>
<p><span style="font-family: Arial,sans-serif;"><span style="font-size: small;">Perbedaan lainnya, Dewan Juri mereka sebut sebagai “regu pengamat”. Sedangkan film dan unsur – unsur film terbaik, FFB menggunakan istilah “film terpuji”, “aktris terpuji” dan sebagainya. Agaknya itu kreasi lama, bagian dari upaya kompromi dengan pemerintah tempo hari.</span></span></p>
<p><span style="font-family: Arial,sans-serif;"><span style="font-size: small;">Tampaknya FFB harus “mengembalikan” istilah-istilah itu ke “maqomnya” yang tepat, bersifat universal, berlaku di seluruh dunia. Dari “regu pengamat” ke “dewan juri”. Begitu pun istilah “film terpuji” menjadi “film terbaik”. Ini untuk memudahkan “<em>awareness</em>” kegiatan ini dengan masyarakat yang bertambah luas sejak disiarkan <em>live</em> oleh SCTV.</span></span></p>
<p><span style="font-family: Arial,sans-serif;"><span style="font-size: small;">FFB juga harus memperhatikan domain SCTV, seperti juga karakter stasiun televisi swasta umumnya, adalah puluhan juta pemirsa yang akrab dengan sinetron. Justru dengan film bioskop yang penontonnya terbatas &#8212; umumnya ratusan ribu &#8212;  karena itu kurang “nyambung” dengan mayoritas penonton televisi. Dengan penggambaran tersebut, saya ingin garis bawahi, bahwa  sinetron dan film bioskop semestinya menjadi “menu utama” awarding FFB di layar SCTV.</span></span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cekricek.co.id/25-tahun-festival-film-bandung/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	<enclosure url='' length='2854' type='image/jpeg' />	</item>
		<item>
		<title>Rosa &amp; Angie</title>
		<link>http://cekricek.co.id/rosa-angie/</link>
		<comments>http://cekricek.co.id/rosa-angie/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 09 May 2012 07:33:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Editor's Note]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cekricek.co.id/?p=48487</guid>
		<description><![CDATA[Ditulis oleh Farid R. Iskandar di Tabloid C&#38;R Edisi 715, Rabu 09-15 Mei 2012 Rosa &#38; Angie Nasib rupanya mempertemukan kembali Mindo Rosalina Manulang dengan Angelina Sondakh. Rosa dan Angie – begitu keduanya akrab disapa – kini tinggal satu atap di Rutan Salemba Cabang KPK. Rosa adalah terpidana kasus suap Wisma Atlet SEA Games, Jakabaring, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-family: Arial,sans-serif;"><span style="font-size: small;"><strong>Ditulis oleh Farid R. Iskandar di </strong></span></span><strong><span style="font-family: Arial,sans-serif;"><span style="font-size: small;">Tabloid C&amp;R Edisi 715, Rabu 09-15 Mei 2012</span></span></strong></p>
<p><span style="font-family: Arial,sans-serif;"><span style="font-size: small;"><strong>Rosa &amp; Angie</strong></span></span></p>
<p><span style="font-family: Arial,sans-serif;"><span style="font-size: small;"><span style="color: #000000;">Nasib rupanya mempertemukan kembali Mindo Rosalina Manulang dengan Angelina Sondakh. Rosa dan Angie – begitu keduanya akrab disapa – kini tinggal satu atap di Rutan Salemba Cabang KPK. Rosa adalah terpidana kasus suap Wisma Atlet SEA Games, Jakabaring, Palembang. Ia divonis dua tahun, enam bulan penjara. Sedangkan Angie, selain ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus yang sama, juga diduga terlibat dalam perkara korupsi di Kementerian Pendidikan Nasional. </span></span></span></p>
<p><span style="font-family: Arial,sans-serif;"><span style="font-size: small;"><span style="color: #000000;">Rosa lebih dahulu menempati selnya, sementara Angie baru masuk, Jumat (27/4) sore. Keduanya kini bertetangga. Sel mereka hanya terpisah oleh kamar mandi. Meski berbeda kamar, Angie dan Rosa sama-sama menghuni rumah tahanan yang berlokasi di </span><span style="color: #000000;"><em>basement</em></span><span style="color: #000000;"> Gedung KPK, kawasan Kuningan-Jakarta Selatan itu.</span></span></span></p>
<p><span style="font-family: Arial,sans-serif;"><span style="font-size: small;"><span style="color: #000000;">Rosa dan Angie menempati dua dari lima sel yang tersedia di sana. Tiga sel lain – dua di antaranya dimanfaatkan untuk gudang &#8211; dibiarkan tak berpenghuni. Di setiap sel yang berukuran 3,1 x 3,5 itu tersedia dipan dan </span><span style="color: #000000;"><em>fan</em></span><span style="color: #000000;">. Angie – juga Rosa &#8211; tidur di atas dipan berkasur busa berukuran 0,9 meter x 1,8 meter. </span></span></span></p>
<p><span style="font-family: Arial,sans-serif;"><span style="font-size: small;"><span style="color: #000000;">Sebelum sama-sama menjadi penghuni Rutan KPK, Rosa dan Angie berkawan dekat. Mereka dipertemukan oleh M. Nazaruddin di Restoran Nippon Kan, Hotel Sultan, awal 2010. Sejak itu mereka seperti memiliki kedekatan laiknya sepasang sahabat karib. Angie-Rossa sering berkomunikasi lewat Blackberry Messenger (BBM) untuk membicarakan banyak hal – mulai dari proyek, batik, spa, hingga kehidupan pribadi. </span></span></span></p>
<p><span style="font-family: Arial,sans-serif;"><span style="font-size: small;"><span style="color: #000000;">Saat dihadirkan sebagai saksi untuk terdakwa Nazaruddin, Angie tak menampik memang mengenal Rosa. Menurutnya, ia empat kali bertemu termasuk pertemuannya di DPR RI.?Namun, ia tak mengenal isi pembicaraan dengan Rosa seperti terpapar dalam transkrip BBM. Ia juga menampik istilah-istilah seperti “Apel Malang”, “Apel Washington”, “Ketua Besar,” dan “Bos Besar”. Kepada majelis hakim, Angie mengaku baru menggunakan BB pada akhir 2010.</span></span></span></p>
<p><span style="font-family: Arial,sans-serif;"><span style="font-size: small;"><span style="color: #000000;">Angie rupanya lupa. Ia sebenarnya pernah menandatangani BAP atas namanya sebagai saksi untuk kasus yang sama, pada 21 Oktober 2011. Itu adalah pemeriksaan kedua setelah sebelumnya Angie menjalani pemeriksaan pertama, 15 September 2011. Dalam pemeriksaan kedua, Angie menegaskan bahwa keterangan yang diberikan tetap sama seperti ia sampaikan pada pemeriksaan pertama. Saat itu Angie mengatakan setidaknya telah menggunakan BlackBerry lebih dari dua tahun. Dikaitkan dengan tanggal pemeriksaannya, bisa dipastikan Angie telah menggunakan BB, sejak September atau Oktober 2009. </span></span></span></p>
<p><span style="font-family: Arial,sans-serif;"><span style="font-size: small;"><span style="color: #000000;">Angie berbohong? Entahlah. Yang pasti, dugaan Angie berdusta makin menguat ketika kuasa hukum Nazaruddin, Hotman Paris Hutapea, menyodorkan setidaknya lima pertanyaan. </span><span style="color: #000000;"><em>Pertama</em></span><span style="color: #000000;">, tentang kunjungan Angie ke Belanda pada Agustus 2010. </span><span style="color: #000000;"><em>Kedua</em></span><span style="color: #000000;">, soal Adjie Massaid dan putranya yang menyusul ke Belanda. </span><span style="color: #000000;"><em>Ketiga</em></span><span style="color: #000000;">, soal undangan pesta ulang tahun anaknya di Hotel Sultan-Jakarta, September 2010. </span><span style="color: #000000;"><em>Keempat</em></span><span style="color: #000000;">, soal Angie dan Adjie pernah tinggal di Apartemen Belezza Tower sejak mereka menikah sampai akhir 2010. </span><span style="color: #000000;"><em>Dan, kelima</em></span><span style="color: #000000;">, Angie pindah rumah dari apartemen ke Taman Cilandak, Jakarta Selatan, akhir 2010.</span></span></span></p>
<p><span style="font-family: Arial,sans-serif;"><span style="font-size: small;"><span style="color: #000000;">Hotman Paris menyebut pernyataan itu dengan istilah lima fakta kehidupan Angie. “Lima fakta ini sudah diakui saksi (Angie), dan ini semua saya ambil dari transkrip pembicaraan Rosa dan Angie,” kata Hotman.?Kabar terakhir menyebutkan rekaman percakapan mereka telah diverifikasi oleh RIM dan bisa dijadikan bukti hukum. Anehnya, fakta yang juga diambil dari transkrip pembicaraan via BBM itu </span><span style="color: #000000;"><em>keukeuh</em></span><span style="color: #000000;"> tak diakui Angie. </span></span></span></p>
<p><span style="font-family: Arial,sans-serif;"><span style="font-size: small;"><span style="color: #000000;">Banyak kalangan menilai, bantahan itu terpaksa dilakukan Angie demi menghindarkan diri dari jerat hukum. Dengan sekuat daya, Angie seperti hendak memutus mata rantai persahabatannya dengan Rosa. </span></span></span></p>
<p><span style="font-family: Arial,sans-serif;"><span style="font-size: small;"><span style="color: #000000;">Angie rupanya tak pernah menduga bahwa nasib kemudian mempertemukan dirinya dengan Rosa, yang keterangannya mati-matian ia tampik. Kondisi itulah barangkali yang membuat Angie merasa tak nyaman berada satu rutan dengan Rosa, selain ketidaknyamanan lain karena keterkurungannya sebagai tahanan. Melalui kuasa hukumnya, Teuku Nasrullah, Angie bahkan sempat minta pindah rutan. Salah satu alasannya, karena keberadaan Rosa di sana. “Angie bukan takut menghadapi Rosa, tapi untuk menjaga kestabilan emosinya,” kata Nasrullah.</span></span></span></p>
<p><span style="font-family: Arial,sans-serif;"><span style="font-size: small;"><span style="color: #000000;">Kasus Wisma Atlet memang membuat Angie dan Rosa tersiksa. Bagi Angie, penahanan dirinya di Rutan KPK seolah menjadi puncak derita dari serangkaian nestapa yang ia rasakan sejak kepergian suaminya, Adjie Massaid, 5 Februari 2011 silam. Sepeninggal suaminya, Angie justru harus berpisah Zahwa, Aaliyah, dan Keanu &#8211; tiga anak peninggalan almarhum yang sangat membutuhkan perhatiannya. </span></span></span></p>
<p><span style="font-family: Arial,sans-serif;"><span style="font-size: small;"><span style="color: #000000;">Karier politik Angie pun bahkan terancam berantakan. Setelah diberhentikan sebagai wakil sekretaris jenderal dari kepengurusan DPP Partai Demokrat, 23 Februari lalu, Angie bisa dipecat dari keanggotaan DPR jika kelak pengadilan memutuskan dirinya terbukti bersalah melakukan tindakan seperti yang dituduhkan. </span></span></span></p>
<p><span style="font-family: Arial,sans-serif;"><span style="font-size: small;"><span style="color: #000000;">Nasib Rosa tak kalah mengenaskan. Bekas Direktur Marketing PT Anak Negeri ini dicerai suami-nya dan menikah lagi. Sang suami pergi membawa dua anak mereka &#8211; Muhammad Gabe (11 tahun) dan Bintang (9 tahun). Kisruh rumah tangga tersebut bahkan diceritakan Rosa di persidang-an Pengadilan Tipikor, Agustus 2011. Rosa juga dikabarkan menerima ancaman dibunuh oleh orang suruhan Nazaruddin. Ia ditekan untuk mengubah pengakuan terkait keterlibatan mantan bendahara umum Partai Demokrat itu. Rosa akhirnya menjadi “pasien” Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK), sebelum akhirnya menjadi penghuni Rutan KPK.</span></span></span></p>
<p><span style="font-family: Arial,sans-serif;"><span style="font-size: small;"><span style="color: #000000;">Pasang surut kehidupan Rosa dan Angie memang menarik dicermati. Kesamaan nasib mereka, boleh jadi, bakal tercatat dalam memori kolektif publik sebagai drama kehidupan dua perempuan yang terpelanting karena kasus korupsi.</span></span></span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cekricek.co.id/rosa-angie/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	<enclosure url='' length='2854' type='image/jpeg' />	</item>
		<item>
		<title>Kisah Dua Sahabat di Rutan KPK</title>
		<link>http://cekricek.co.id/kisah-dua-sahabat-di-rutan-kpk/</link>
		<comments>http://cekricek.co.id/kisah-dua-sahabat-di-rutan-kpk/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 09 May 2012 07:29:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Editor's Note]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cekricek.co.id/?p=48483</guid>
		<description><![CDATA[Ditulis oleh Ariful Hakim di Tabloid C&#38;R Edisi 715, Rabu 09-15 Mei 2012 Kisah Dua Sahabat di Rutan KPK Perjalanan Angelina Sondakh dan Mindo Rosalina Manulang hingga sama-sama meringkuk di Rutan KPK, sungguh penuh drama dan air mata. Inilah ironi paling menyakitkan bagi Angie dan Rosa – begitu keduanya akrab disapa &#8211; setelah sebelumnya menjadi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ditulis oleh Ariful Hakim di Tabloid C&amp;R Edisi 715, Rabu 09-15 Mei 2012</p>
<p><strong>Kisah Dua Sahabat di Rutan KPK</strong></p>
<p>Perjalanan Angelina Sondakh dan Mindo Rosalina Manulang hingga sama-sama meringkuk di Rutan KPK, sungguh penuh drama dan air mata. Inilah ironi paling menyakitkan bagi Angie dan Rosa – begitu keduanya akrab disapa &#8211; setelah sebelumnya menjadi teman dekat yang intens mengurus proyek-proyek di badan anggaran DPR.</p>
<p>Angelina Sondakh sempat meneteskan air mata saat Keanu Jabbar Massaid dibawa pulang oleh keluarganya, Senin (30/4) lalu. Pertemuan singkat ibu dan anak itu memang membuncahkan keharuan. Maklumlah, Angie masih memendam rindu pada anak-anaknya, setelah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjebloskannya ke dalam rumah tahanan sejak Jumat (27/4).</p>
<p>Tak hanya Angie, Zahwa dan Aliya – dua anak dari pernikahan suami Angie, mendiang Adjie Massaid dengan Reza Artammevia &#8211; bahkan berharap bisa bertemu ibu tirinya itu setiap hari. Pengacara Angie, Teuku Nasrullah akhirnya berinisiatif meminta penangguhan penahanan buat kliennya. Permohonan Nasrullah hingga kini belum dipenuhi KPK. Busyro Muqoddas, wakil ketua KPK memastikan penahanan Angie sudah final. Jika karena alasan anak, hal itu bisa dilimpahkan pada kakek dan nenek untuk merawatnya. Belakangan, Nasrullah seperti mencoba “memainkan” isu pengasuhan anak untuk menarik simpati publik.</p>
<p>Sebagai single parent, Angie pantas dikasihani karena memiliki anak usia dua tahun yang masih butuh kasih sayang orang tuanya. Fakta itu rupanya dipakai Nasrullah untuk menaikkan daya tawarnya pada KPK, agar permohonan penangguhan penahanan Angie dikabulkan. Memang tak hanya Angie yang memakai alasan anak untuk menarik simpati masyarakat. Mindo Rosalina Manulang, sobat Angie yang lebih dulu menghuni Rutan Salemba cabang KPK, pernah menggunakan “senjata” serupa, untuk meminta keringanan hukuman. Di depan majelis hakim pengadilan Tipikor Agustus 2011 lalu, Rosa dengan menangis meratapi nasib dua anaknya yang ikut Lily, mantan suaminya.</p>
<p>Rosa mengkhawatirkan Gabe Muhamad dan Bintang, karena sejak ia disel tak pernah bisa komunikasi lagi. Kesedihan Rosa semakin menumpuk, saat menyadari jika rumah tangganya harus kandas, setelah ia terseret kasus Wisma Atlet.</p>
<p><strong> Teman sehati</strong></p>
<p>Sesungguhnya, manusiawi jika Angie dan Rosa merasa berat berpisah dengan anak-anaknya. Apalagi sejak kasus Wisma Atlet menjerat mereka, kebanggaan sebagai perempuan berkarier cemerlang pun pupus. Tak heran jika Angie dan Rosa sekuat tenaga mencari risiko minimal, atas perkara yang membelitnya. Angie misalnya, menyangkal telah melakukan pembicaraan menggunakan BlackBerry dengan Rosa, saat menjadi saksi di sidang Tipikor pertengahan Februari lalu.</p>
<p>Begitu pula Rosa, yang mati-matian mengubah berita acara pemeriksaan (BAP), yang menyinggung peran Nazaruddin saat ia digelendang KPK, Mei 2011 lalu. Sejak dipertemukan Nazaruddin di Restoran Nippon Kan, Hotel Sultan, awal 2010 hubungan Rosa dan Angie tak hanya sebatas mengurus proyek yang diarahkan untuk Grup Permai. Mereka seperti menjadi soulmate, teman sehati, bahkan untuk kegiatan-kegiatan kaum perempuan umumnya, seperti mempercantik diri. “Kabarin, ya, kalau sudah buka spanya?” tulis Rosa di BlackBerry Messenger (BBM) yang dikirim ke Angie dalam BAP KPK. Tak lama Angie membalas, “Soft opening ‘Rumah Nebu’ Batik, Spa &amp; Salon. Jl. Kramat Pela No. 208, Jakarta Selatan. And enjoy our special 20% disc for all items and all treatments.”</p>
<p>Sebuah sumber yang dekat dengan Rosa bahkan menyebut, mereka kerap pergi bersama-sama, sebelum kasus Wisma Atlet meledak. Sebagai sosialita ibu kota, kekayaan Angie dan Rosa lumayan untuk menunjang semua aktivitas itu.</p>
<p>Seperti diketahui, kekayaan Angie melonjak 1000 persen selama tujuh tahun, dari Rp 600 juta menjadi Rp 6 miliar. Sementara Rosa sejak menduduki jabatan direktur marketing PT Anak Negeri, selama dua tahun bisa membeli dua mobil mewah dan dua rumah mentereng. Mungkin yang membedakan, Angie dan Rosa memiliki agenda berlainan, terkait status mereka sebagai pesakitan.</p>
<p>Sejak memasuki masa persidangan, Rosa mencoba blak-blakan, hingga ia banyak mendapat ancaman dari orang-orangnya Nazaruddin. Akibatnya Rosa harus mendapat jaminan keselamatan dari Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK). Sementara Angie, meski sudah ditawari sebagai justice collaborator alias saksi pembongkar kasus dengan imbalan hukumannya diringankan, ia belum mau terbuka.</p>
<p>Tetangga di rutan Rosa sendiri bukan tidak pernah meminta Angie untuk bicara apa adanya, karena cepat atau lambat, kasus ini bakal terbongkar. Tapi, Angie kabarnya masih bersikukuh mengaku tidak memiliki BlackBerry, saat sadapan percakapan itu disodorkan. Angie masih tegas mengatakan, baru memiliki smartphone itu akhir 2010. Puteri Indonesia 2001 ini juga belum mau mengakui perannya dalam kasus Wisma Atlet seperti dituduhkan KPK. Padahal, saat Rosa dicokok KPK, pada mantan pengacaranya, Kamarudin Simanjuntak, Rosa sempat jengkel pada Angie. Hal ini karena Rosa merasa KPK bisa menjebaknya, setelah Angie sering menelepon untuk meminta “jatah”. Kini Angie dan Rosa bertetangga di Rutan KPK.</p>
<p>Saat pertama kali masuk, Angie sempat shock hingga penyakit sinusnya kambuh. Ia juga minta dibawakan gitar dan alat lukis, untuk membunuh waktu. Permintaan itu, hingga kini belum dikabulkan KPK, tanpa alasan jelas. Di sel berukuran 3,1 x 3,5 meter itu, Angie rajin membaca Alquran dan salat tahajud. Sejak memutuskan menjadi mualaf tahun 2009 setelah menikah dengan almarhum Adji Massaid, Angie memang rajin belajar membaca kitab suci.</p>
<p>Jabatan Angie sebagai anggota DPR belum dilepas, karena status hukumnya yang belum inkrah (berkekuatan hukum tetap). Namun sejak ditahan, Angie sudah wanti-wanti pada pihak-pihak tertentu, agar kasus hukumnya tidak dipolitisir. Sikap ini membuatnya menuai simpati sejumlah rekannya di Partai Demokrat. Alhasil, berbeda dengan Nazar, Angie banyak dikunjungi koleganya, yang mengaku datang untuk memberi dukungan moral. Ini artinya, Rosa sebagai teman dekat Angie memiliki tugas berat untuk meyakinkannya, agar kasus Wisma Atlet tak hanya berhenti pada Angie seorang.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cekricek.co.id/kisah-dua-sahabat-di-rutan-kpk/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	<enclosure url='' length='2854' type='image/jpeg' />	</item>
		<item>
		<title>Dua Kenduri Syahrini</title>
		<link>http://cekricek.co.id/dua-kenduri-syahrini/</link>
		<comments>http://cekricek.co.id/dua-kenduri-syahrini/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 09 May 2012 06:14:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Editor's Note]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cekricek.co.id/?p=48470</guid>
		<description><![CDATA[Ditulis Telni Rusmitantri di Tabloid C&#38;R Edisi 715, Rabu 09-15 Mei 2012 &#160; Dua Kenduri Syahrini Akhir pekan lalu, hati Syahrini membuncah bahagia. Pertama lantaran Syahrini baru saja menggelar pesta pernikahan adik sekaligus managernya, Aisyahrani, dengan Jefry Geovani di Bogor, Jawa Barat. Saat resepsi di Kebun Raya, di kota hujan, kebahagiaan kedua mewarnai hati Syahrini. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-family: Arial,sans-serif;"><span style="font-size: small;"><strong>Ditulis Telni Rusmitantri di Tabloid C&amp;R Edisi 715, Rabu 09-15 Mei 2012</strong></span></span></p>
<p>&nbsp;</p>
<p><span style="font-family: Arial,sans-serif;"><span style="font-size: small;"><strong>Dua Kenduri Syahrini </strong></span></span></p>
<p><span style="font-family: Arial,sans-serif;"><span style="font-size: small;"><strong>Akhir pekan lalu, hati Syahrini membuncah bahagia. Pertama lantaran Syahrini baru saja menggelar pesta pernikahan adik sekaligus managernya, Aisyahrani, dengan Jefry Geovani di Bogor, Jawa Barat. Saat resepsi di Kebun Raya, di kota hujan, kebahagiaan kedua mewarnai hati Syahrini. Yaitu kehadiran kekasih hatinya. Kedatangan pria yang akrab disapa Bubu ini, sekaligus menepis tudingan miring, bahwa Syahrini menjual sensasi berita tentang kekasih fiktif. Lantas,  mengapa pelantun tembang <em>Kau Yang Memilih</em> <em>Aku</em>, ini memilih untuk tak mau membuka lebar-lebar jati diri sang calon pendamping?</strong></span></span></p>
<p><span style="font-family: Arial,sans-serif;"><span style="font-size: small;">Syahrini dan Aisyahrani, kini menghadapi takdir harus ‘berpisah’ karena pernikahan. Aisyahrani, adik sekaligus manager penyanyi kondang ini, menikah dengan Jefry Geovani, di Bogor, Jawa Barat, Sabtu (5/5).  </span></span></p>
<p><span style="font-family: Arial,sans-serif;"><span style="font-size: small;">Pernikahan ini jelas membuat Aisyahrani tak lagi bisa gelendot manja pada kakak perempuan satu-satunya itu, yang akrab disapa Teteh. Sementara sang Teteh pun sudah tak bisa seleluasa dulu, menyita waktu Aisyahrani karena kini dia memiliki tanggung jawab sebagai isteri. </span></span></p>
<p><span style="font-family: Arial,sans-serif;"><span style="font-size: small;">Padahal, sejak kecil dua kakak beradik ini seperti tak terpisahkan. Syahrini-Aisyahrani membentuk Duo Geulis, grup vokal di Bogor yang terkenal dari satu panggung ke panggung lain, di awal tahun 2000-an, saat Syahrini masih menuntut ilmu di Fakultas Hukum Universitas Pakuan, Bogor.</span></span></p>
<p><span style="font-family: Arial,sans-serif;"><span style="font-size: small;">Itu berarti jauh sebelum kondang di pentas musik Tanah Air. Sementara kala bintang Syahrini bersinar dua tahun belakangan, Aisyahrani memilih menjadi orang belakang layar. Aisyahrani bukan hanya manager, yang mengatur jadwal manggung sang kakak, tapi juga  bertanggungjawab pada busana dan dandanan rambut Syahrini. </span></span></p>
<p><span style="font-family: Arial,sans-serif;"><span style="font-size: small;">Dengan kedekatan seperti ini wajar jika Syahrini dan Aisyahrani bercucuran air mata saat menjalani prosesi pengajian, siraman dan langkahan, yang digelar di kediaman keluarga Syahrini di kawasan Kebon Pedes, Bogor, Jumat (4/5) sore. </span></span></p>
<p><span style="font-family: Arial,sans-serif;"><span style="font-size: small;">Apalagi, ketika Aisyahrani menyerahkan sejumlah barang sebagai pelangkah, syarat menikah lebih dulu daripada Syahrini, sesuai dengan tradisi pernikahan adat Sunda atau Tanah Priangan. Jumat sore itu, sang adik menyerahkan seperangkat alat salat lengkap dengan tasbihnya. “Ini sesuai dengan amanah Papa. Supaya saya lebih rajin lagi ibadahnya,” tandas Syahrini, usah menerima baki ‘langkahan’ dari sang adik. </span></span></p>
<p><span style="font-family: Arial,sans-serif;"><span style="font-size: small;">Tangis Syahrini – Aisyahrani diakui sebagai tangis bahagia dan bukan tangis kesedihan, meski di saat bersamaan, Blues Eyes, EO yang pernah mengontrak Syahrini meyanyi sedang menggelar press conference di Jakarta. Rupanya panitia penyelenggaraan panggung musik akhir Januari 2011 ini, masih naik pitam terkait kasus wanprestasi yang diduga dilakukan Syahrini. (lihat boks). </span></span></p>
<p><span style="font-family: Arial,sans-serif;"><span style="font-size: small;"><strong>Ikhas dan Bahagia</strong></span></span></p>
<p><span style="font-family: Arial,sans-serif;"><span style="font-size: small;">Syahrini memang menunjukkan ketulusan hati. Bukan sekedar di ujung lidah, perempuan kelahiran 1 Agustus 1982 ini rela dilangkahi sang adik menikah duluan. Syahrini bahkan membantu penuh persiapan pernikahan Aisyahrani-Jefry. </span></span></p>
<p><span style="font-family: Arial,sans-serif;"><span style="font-size: small;">Mantan teman duet Anang Hermansyah ini ikhlas direpotkan menjadi fotografer saat Aisyahrani-Jefry menjalani pemotretan <em>pre-wedding</em>, di Tokyo, Jepang,  bulan lalu. Bahkan, acara akad nikah dan resepsi ala <em>garden party</em> di Kebun Raya Bogor, Sabtu (5/5) sore, tak lepas dari campur tangan Syahrini. </span></span></p>
<p>“<span style="font-family: Arial,sans-serif;"><span style="font-size: small;">Saya ikut mendisain baju pengantin Aisyahrani. Termasuk hiasan di kepalanya. Saya berdua dengan Bubu. Dia ahli diamond kan,” ungkap Syahrini. Bubu, yang dimaksud adalah kekasih hatinya. Sabtu sore itu, ‘hajatan’ kedua yang dilakukan Syahrini adalah menunjukkan kekasih hati pada sejumlah media. </span></span></p>
<p><span style="font-family: Arial,sans-serif;"><span style="font-size: small;">Pria berkepala plontos dan berbadan tegap ini datang sebagai tamu istimewa. Kepada sejumlah media Syahrini memperkenalkannya sebagai pengusaha asal Malaysia. (lihat hal 35). Kakak beradik memang boleh saja lahir dari rahim ibu yang sama. Tapi, Tuhan telah menggariskan siapa yang akan mendapatkan jodoh lebih dulu, tanpa melihat pola ‘urut kacang’. </span></span></p>
<p><span style="font-family: Arial,sans-serif;"><span style="font-size: small;">Dan, sebagai perempuan Indonesia pada umumnya, sangat sulit seorang gadis, betapapun ikhlas melepas adik menikah duluan, tanpa bisa menunjukkan pada keluarga bahwa dirinya di saat bersamaan sudah memiliki calon pendamping hidup. </span></span></p>
<p><span style="font-family: Arial,sans-serif;"><span style="font-size: small;">Apapun, Syahrini memilih momentum yang pas mempertontonkan calon pendamping pada khalayak, dan bukan saja pada keluarga besarnya. </span></span></p>
<p><span style="font-family: Arial,sans-serif;"><span style="font-size: small;">Apalagi, beberapa bulan sebelumnya, sosok Bubu sudah dihembus-hembuskan dalam beberapa kali kesempatan. </span></span></p>
<p><span style="font-family: Arial,sans-serif;"><span style="font-size: small;">Misalnya saat gelaran panggung musik <em>Valentine’s Day</em> di <em>RCTI</em>, tiga bulan lalu. Saat itu Bubu hanya memperdengarkan suara saja di ujung telepon, saat berbincang-bincang dengan Syahrini di satu segmen panggung musik itu. </span></span></p>
<p><span style="font-family: Arial,sans-serif;"><span style="font-size: small;">Usai panggung kelar, Syahrini mencoba meyakinkan wartawan, bahwa Bubu sosok nyata. Katanya, saat dirinya dan Aisyahrani manggung di panggung musik <em>Harmoni SCTV</em>, pria itu hadir dan duduk sebelah tunangan Aisyahrani (kala itu), yakni Jefry Geovani. “Teman-teman saja yang pada enggak ngeh ya,” kata Syahrini dengan gaya khasnya. </span></span></p>
<p><span style="font-family: Arial,sans-serif;"><span style="font-size: small;">Kalau begitu, Alhamdulillah deh…!</span></span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cekricek.co.id/dua-kenduri-syahrini/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	<enclosure url='' length='2854' type='image/jpeg' />	</item>
		<item>
		<title>Kala &#8220;Sang Putri&#8221; Masuk Bui</title>
		<link>http://cekricek.co.id/kala-sang-putri-masuk-bui/</link>
		<comments>http://cekricek.co.id/kala-sang-putri-masuk-bui/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 02 May 2012 09:43:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Editor's Note]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cekricek.co.id/?p=47870</guid>
		<description><![CDATA[Ditulis oleh Farid R. Iskandar Untuk Tabloid C&#38;R Edisi 714 &#160; Penahanan Angelina Sondakh (Angie) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jumat (27/4) sore, seolah mengakhiri kegelisahan mantan Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat itu. Puncak kekalutan Angie justru terjadi saat ia menyaksikan acara Indonesia Lawyer Club (ILC) di tvOne, Selasa (24/4) malam. Inilah kisah di balik [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-family: Arial,sans-serif;"><span style="font-size: small;">Ditulis oleh Farid R. Iskandar Untuk Tabloid C&amp;R Edisi 714</span></span></p>
<p>&nbsp;</p>
<p><span style="font-family: Arial,sans-serif;"><span style="font-size: small;"><strong>Penahanan Angelina Sondakh (Angie) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jumat (27/4) sore, seolah mengakhiri kegelisahan mantan Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat itu. Puncak kekalutan Angie justru terjadi saat ia menyaksikan acara Indonesia Lawyer Club (ILC) di tvOne, Selasa (24/4) malam. Inilah kisah di balik hiruk pikuk penahanan Putri Indonesia 2001 itu.</strong></span></span></p>
<p>&nbsp;</p>
<p><span style="font-family: Arial,sans-serif;"><span style="font-size: small;">Program <em>ILC</em> di <em>tvOne</em>, Selasa (24/4) malam, seakan menjadi godam yang menghantam dada Angelina Sondakh. Acara yang dipandu wartawan senior Karni Ilyas itu menjadi puncak kekalutan Angie – sapaan akrab Angelina Sondakh &#8211; sejak ia ditetapkan KPK sebagai tersangka dalam kasus suap Wisma Atlet, 3 Februari lalu.</span></span></p>
<p><span style="font-family: Arial,sans-serif;"><span style="font-size: small;">Kegelisahan Angie bukan pada topik yang menjadi tema bahasan <em>ILC</em> malam itu: “Kasus Nazaruddin Sampai Disini?” Ia justru terkesiap saat menyimak pernyataan Tommy Sihotang. Di hadapan rekan-rekan sesama <em>lawyer</em> dan barangkali jutaan pemirsa yang menyaksikan program tersebut di layar televisi, Tommy mengklaim dirinya sebagai pengacara Angie. Dengan suara lantang Tommy bahkan menebar ancaman untuk menuntut siapapun yang coba mengait-kaitkan “kliennya” dengan kasus lain tanpa bukti. Minimal, kata dia, akan mengadukan mereka ke dewan kode etik.</span></span></p>
<p><span style="font-family: Arial,sans-serif;"><span style="font-size: small;">Angie makin terkesiap saat Tommy membuka konfrontasi dengan KPK. Ia, misalnya, menyebut penetapan tersangka untuk Angie sangat prematur karena diputuskan Ketua KPK Abraham Samad tanpa persetujuan komisioner lain. Dalam kaitan itu pula, Tommy menyinggung adanya pertemuan Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto dengan mantan Panglima TNI Jenderal (purn) Endriartono Sutarto. Informasi tersebut, menurut Tommy, diperoleh dari “intel” yang punya akses ke KPK.</span></span></p>
<p><span style="font-family: Arial,sans-serif;"><span style="font-size: small;">Angie berkali-kali mencoba mengubungi beberapa rekannya yang hadir di <em>ILC</em>. Bersama ayahnya, Prof Lucky Sondakh, Angie bahkan sempat <em>meng-sms</em> Karni Ilyas untuk memberi penjelasan bahwa Tommy bukan kuasa hukum yang ia tunjuk. Namun, hingga acara berakhir tak seorang pun – termasuk Karni – yang menyinggung masuknya pesan Angie – (<em>lihat halaman 6</em>).</span></span></p>
<p><span style="font-family: Arial,sans-serif;"><span style="font-size: small;">Di puncak kekalutannya, Angie malah menyimak keterangan penting yang disampaikan Bambang Widjojanto. Selain membantah Tommy Sihotang, pernyataan Bambang sekaligus memberi gambaran sikap KPK atas kasusnya. “Saudara Tommy, jangan melakukan insinuasi karena saya tidak pernah bertemu Endiartono Sutarto. Perlu saya tegaskan, Angie akan kami panggil pada hari Jumat (27/4). Sementara besok (Rabu, 25/4), KPK akan memanggil empat saksi untuk kasus tersebut,” kata Bambang lewat <em>teleconference.</em></span></span></p>
<p>&nbsp;</p>
<p><span style="font-family: Arial,sans-serif;"><span style="font-size: small;"><strong>Menunjuk Nasrullah</strong></span></span></p>
<p><span style="font-family: Arial,sans-serif;"><span style="font-size: small;">Informasi yang disampaikan Bambang makin mengukuhkan Angie untuk meminta Teuku Nasrullah sebagai kuasa hukum. Sejak Angie ditetapkan sebagai tersangka, mereka setidaknya sudah tujuh kali berkomunikasi &#8211; lima di antaranya bertatap muka. Pertemuan terakhir berlangsung di kantor Nasrullah, Kamis (26/4) sore. “Waktu itu Angie datang sama ibu, ayah dan anaknya (Keanu). Dia (Angie) flu berat. Keanu nggak ingin pisah dari ibunya. Saya terenyuh. Pukul tiga (sore) saya menyatakan bersedia menjadi kuasa hukumnya,” kata Nasrullah.</span></span></p>
<p><span style="font-family: Arial,sans-serif;"><span style="font-size: small;">Pada pertemuan itu, Nasrullah tidak bisa memberi gambaran apa pun pada Angie tentang perkembangan kasusnya. Ia cuma bisa berharap agar Angie tidak ditahan.</span></span></p>
<p><span style="font-family: Arial,sans-serif;"><span style="font-size: small;">Meski begitu, Nasrullah mengingatkan pada Angie bahwa di KPK ada semacam tradisi “Jumat Keramat” &#8211; rujukan atas penahanan sejumlah tersangka yang dilakukan di hari Jumat. Sebut saja, misalnya, penahanan Syamsul Arifin, gubernur Sumut dalam kasus korupsi APBN Langkat tahun 2000-2007, dilakukan Jumat 22 Oktober 2010. Contoh lain, penahanan mantan Ketua Bapenas Paskah Suzeta, serta Panda Nababan bersama 16 politisi DPR 2004-2009 dalam kasus suap pemilihan deputi gubernur BI, yang juga dilakukan Jumat 28 Januari 2011.</span></span></p>
<p><span style="font-family: Arial,sans-serif;"><span style="font-size: small;">Rujukan Nasrullah memang terbukti. Angie mulai ditahan di Rutan Salemba Cabang KPK, Jumat (27/4) sore.</span></span></p>
<h1></h1>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cekricek.co.id/kala-sang-putri-masuk-bui/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	<enclosure url='' length='2854' type='image/jpeg' />	</item>
		<item>
		<title>Mer dan Hotman Berdamai</title>
		<link>http://cekricek.co.id/mer-dan-hotman-berdamai-2/</link>
		<comments>http://cekricek.co.id/mer-dan-hotman-berdamai-2/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 02 May 2012 09:27:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Editor's Note]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cekricek.co.id/?p=47856</guid>
		<description><![CDATA[Ditulis oleh Ariful Hakim dalam Tabloid C&#38;R edisi 714 &#160; Kasus perseteruan artis Meriam Bellina dan pengacara Hotman Paris Hutapea berakhir dengan perdamaian. Mer menyebut, langkahnya melaporkan Hotman hanya ingin agar pengacara flamboyan itu mendengar omongannya. Lantas, apa yang membuat Mer memilih jalan damai? Pertarungan Meriam Bellina-Hotman Paris Hutapea berakhir dengan anti klimaks. Padahal sebelumnya, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-family: Arial,sans-serif;"><span style="font-size: small;"><strong><span style="font-size: small;">Ditulis oleh Ariful Hakim dalam Tabloid C&amp;R edisi 714</span></strong></span></span></p>
<p>&nbsp;</p>
<p><span style="font-family: Arial,sans-serif;"><span style="font-size: small;"><strong>Kasus perseteruan artis Meriam Bellina dan pengacara Hotman Paris Hutapea berakhir dengan perdamaian. Mer menyebut, langkahnya melaporkan Hotman hanya ingin agar pengacara flamboyan itu mendengar omongannya. Lantas, apa yang membuat Mer memilih jalan damai?</strong></span></span></p>
<p><span style="font-family: Arial,sans-serif;"><span style="font-size: small;">Pertarungan Meriam Bellina-Hotman Paris Hutapea berakhir dengan anti klimaks. Padahal sebelumnya, Mer – begitu Meriam Bellina akrab disapa – amat bersemangat menyeret Hotman Paris ke ranah hukum. Tapi, akhirnya Senin (30/4) sore, Mer dan Hotman sepakat untuk mengakhiri perseteruan. Yang menarik, meski Mer bersedia mencabut laporan di Polda Metro Jaya, tapi bintang film senior ini mengaku tidak mendapat kompensasi apapun dari Hotman.</span></span></p>
<p>”<span style="font-family: Arial,sans-serif;"><span style="font-size: small;">Tidak dalam bentuk mobil Ferrari, kapal pesiar, rumah mewah atau uang, seperti yang selama ini diasumsikan media,” ujar Dwi Ria Latifa, pengacara Mer yang membacakan butir-butir kesepakatan di Hotel Atlet Century, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (30/4) sore.</span></span></p>
<p><span style="font-family: Arial,sans-serif;"><span style="font-size: small;">Dwi Ria Latifa mengakui, kesepakatan damai dibahas intensif, usai Mer mendatangi Mapolda Metro Jaya, Kamis (26/4) lalu. Kala itu, Mer memenuhi panggilan polisi untuk melengkapi berita acara pemeriksaan (BAP) kasusnya. Usai diperiksa, Mer tidak memberikan pernyataan apapun. Tak berapa lama, berhembus kabar jika Mer-Hotman memilih jalan damai, dan benar-benar diwujudkan dalam bentuk dokumen yang dilengkapi materai yang dipegang masing-masing pihak.</span></span></p>
<p>&nbsp;</p>
<p><span style="font-family: Arial,sans-serif;"><span style="font-size: small;"><strong>Sembilan Kesepakatan</strong></span></span></p>
<p><span style="font-family: Arial,sans-serif;"><span style="font-size: small;">Ada sembilan syarat yang diminta Mer dalam kesepakatan damai. Salah satunya, syarat ke-6, yang memuat klausul agar Hotman menerima keinginan Mer untuk mengakhiri hubungan mereka. Selain itu, Mer juga meminta agar Hotman tidak lagi melakukan aksi-aksi, yang diindikasikan sebagai permintaan untuk kembali melanjutkan hubungan. Poin ini seolah menegaskan syarat pertama, yang berisi permintaan maaf Hotman pada Mer, karena hubungan kasih itu telah membuat Mer merasa tidak nyaman.</span></span></p>
<p><span style="font-family: Arial,sans-serif;"><span style="font-size: small;">Hotman juga mengakui, jika selama ini hubungannya dengan Mer hanya sebatas teman dekat. Ia membantah kabar yang berkembang, jika dirinya dan Mer pernah menikah di Las Vegas, Amerika Serikat. Bahkan selama kedekatan keduanya terjalin, Hotman tidak pernah satu kalipun memberikan harta benda pada Mer, entah mobil mewah, rumah megah, atau kapal pesiar seperti berita yang berkembang. “Bang Hotman juga meminta maaf sebesar-besarnya pada Mer dan anak-anaknya atas ketidaknyamanan selama ini,” ujar Dwi Ria Latifa.</span></span></p>
<p><span style="font-family: Arial,sans-serif;"><span style="font-size: small;">Menariknya, Mer sempat mengungkap salah satu alasan pelaporan dirinya ke polisi karena Hotman menuduhnya sebagai “perempuan penjual diri”. Setelah berdamai, Hotman meminta maaf atas tuduhan itu. Ia kini berbalik memuji Meriam Bellina sebagai perempuan terhormat, mandiri, dan bahkan bekerja sendiri untuk menghidupi anak-anaknya.</span></span></p>
<p><span style="font-family: Arial,sans-serif;"><span style="font-size: small;">Hotman juga menegaskan jika kesepakatan damai itu terjadi tanpa ada imbalan apapun, baik berupa uang atau harta benda lainnya. “Selain itu, setelah terjadinya perdamaian, pihak Hotman juga berjanji untuk tidak memberikan pernyataan dalam bentuk apapun pada siapapun mengenai hubungannya dengan Mer,” kata Dwi Ria Latifa.</span></span></p>
<p><span style="font-family: Arial,sans-serif;"><span style="font-size: small;">Usai membacakan butir-butir kesepakatan damai, Dwi Ria Latifa langsung meluncur ke Polda Metro Jaya. Di sana, ia menyerahkan surat permintaan pencabutan laporan disertai dokumen perjanjian damai. “Setelah saya serahkan surat permintaan pencabutan laporan, proses selanjutnya berada di tangan kepolisian. Kami tidak berhak untuk intervensi,” ungkap Dwi saat dihubungi Senin (30/4) malam. Namun Kombes Rikwanto, Kabid Humas Polda Metro Jaya saat dihubungi mengaku belum menerima laporan adanya permintaan pencabutan pelaporan dari Dwi Ria Latifa.</span></span></p>
<p>&nbsp;</p>
<p><span style="font-family: Arial,sans-serif;"><span style="font-size: small;"><strong>Mengungkap Desas-desus</strong></span></span></p>
<p><span style="font-family: Arial,sans-serif;"><span style="font-size: small;">Kisah cinta Mer dan Hotman sendiri sudah  jadi rahasia umum. Meski mereka tak pernah mengakui, tapi keduanya tak segan-segan pamer kemesraan di depan publik. Mer dan Hotman misalnya, datang bareng waktu menghadiri pernikahan Ananda Mikola dan Marcella Zalianty, Desember 2010. Mereka juga terlihat mesra menonton konser Maroon 5 di Istora Senayan, Jakarta, 27 April 2011. Begitu juga saat acara tunangan Anang dan Ashanty, akhir Februari 2012 lalu. Hotman-Meriam bahkan bergandengan tangan.</span></span></p>
<p><span style="font-family: Arial,sans-serif;"><span style="font-size: small;">Sebagai pengacara terkenal, Hotman Paris Hutapea cukup tertutup tentang istri dan anak-anaknya. Laki-laki kelahiran Tobasa, Sumatera Utara, 20 Oktober 1959 ini diketahui sudah menikah dengan Agustianne Sinta Dame Marbun, kakak kelasnya waktu menempuh studi hukum di Univeristas Parahyangan, Bandung. Hotman dan Agustianne telah dikarunai beberapa orang anak, yang telah dikirim studi ke Kent Law School (Inggris), Cambridge University (Inggris), Yale University (USA) dan Harvard University (USA). Saat kasus perselisihannya dengan Mer diangkat ke publik, Agustianne bahkan tak pernah memberi tanggapan, hingga muncul kabar jika Mer adalah istri kedua Hotman.</span></span></p>
<p><span style="font-family: Arial,sans-serif;"><span style="font-size: small;">Adalah Kombes Rikwanto, yang mengungkap dalam pelaporan jika hubungan Mer dan Hotman hanya teman dekat. Perempuan kelahiran 10 April 1965 di Bandung ini tercatat masih berstatus janda. Berbeda dengan karirnya yang terbilang lancar, dua kali perkawinan Mer kandas di tengah jalan. Aktris bernama lengkap Ellisa Meriam Bellina Maria Bamboe ini sempat menikah dengan produser Ferry Anggriawan dan sutradara Adi Surya Abdi. Mereka dikaruniai dua anak, Albert Surya dan Nigel Pino. Albert sempat mendampingi sang bunda, saat pembacaan kesepakatan berlangsung.</span></span></p>
<p><span style="font-family: Arial,sans-serif;"><span style="font-size: small;">Mer dikenal aktris yang tak suka membuat berita sensasional. Mer adalah salah satu aktris Indonesia yang masih bisa eksis, di tengah persaingan ketat para pendatang baru. Tiga piala citra menjadi bukti prestasi Mer lewat film <em>Cinta di Balik Noda</em> (1984), <em>Taksi</em> (1990), dan <em>Get Married</em> (2007)). Di dunia sinetron, Meriam meraih Piala Vidia tahun 1994 melalui sinetron <em>Aku Mau Hidup</em>.</span></span></p>
<p><span style="font-family: Arial,sans-serif;"><span style="font-size: small;">Kasusnya dengan Hotman, menjadi catatan “miring” satu-satunya, di tengah gemerlap prestasi yang diukir aktris yang dijuluki magma perfilman Indonesia oleh sutradara Arifin C. Noer ini.</span></span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cekricek.co.id/mer-dan-hotman-berdamai-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	<enclosure url='' length='2854' type='image/jpeg' />	</item>
		<item>
		<title>Perginya Sang Laksamana</title>
		<link>http://cekricek.co.id/perginya-sang-laksamana/</link>
		<comments>http://cekricek.co.id/perginya-sang-laksamana/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 26 Apr 2012 06:54:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Editor's Note]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cekricek.co.id/?p=47271</guid>
		<description><![CDATA[Ditulis oleh Telni Rusmitantri dalam Tabloid C&#38;R edisi 713, Rabu, 25 April &#8211; 01 Mei 2012 &#160; Laksamana (Purn) Sudomo meninggal dunia, di Jakarta, Rabu (18/4). Kepergian pejabat di era Orde Baru ini bukan hanya meninggalkan kedukaan mendalam bagi keluarga, tapi juga Indonesia. Sudomo adalah sosok yang unik, yakni memegang jabatan ‘angker’, dan strategis,  tapi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-family: Arial,sans-serif;"><span style="font-size: small;"><strong>Ditulis oleh Telni Rusmitantri dalam Tabloid C&amp;R edisi 713, Rabu, 25 April &#8211; 01 Mei 2012</strong></span></span></p>
<p>&nbsp;</p>
<p><span style="font-family: Arial,sans-serif;"><span style="font-size: small;"><strong>Laksamana (Purn) Sudomo meninggal dunia, di Jakarta, Rabu (18/4). Kepergian pejabat di era Orde Baru ini bukan hanya meninggalkan kedukaan mendalam bagi keluarga, tapi juga Indonesia. Sudomo adalah sosok yang unik, yakni memegang jabatan ‘angker’, dan strategis,  tapi dikenal memiliki sisi humoris. Perjalanan kehidupannya yang berwarna, mulai dari karir dan rumah tangga, membuat Sudomo sering dicap sebagai sosok kontroversi. Tapi, banyaknya kolega yang melayat di rumah duka dan menghantarkannya ke peristirahatan terakhir, menandakan Sudomo menghadap Sang Khalik dengan khusnul khatimah. </strong></span></span></p>
<p><span style="font-family: Arial,sans-serif;"><span style="font-size: small;">Tembakan salvo beberapa kali terdengar menggelegar di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta Selatan, Kamis (19/4) pagi, ketika perlahan jasad Laksamana (Purn) Sudomo masuk ke liang lahat. Tepat pukul 09.00 WIB, upacara pemakaman mantan Menteri Koordinator bidang Politik dan Keamanan di jaman Orde Baru ini digelar. Wakil Presiden Budiono tampil sebagai inspektur upacara. Pemakaman Sudomo diselenggarakan dengan upacara kemiliteran penuh. </span></span></p>
<p><span style="font-family: Arial,sans-serif;"><span style="font-size: small;">Makam Sudomo letaknya tak jauh dari makam mantan Mensesneg Moerdiono, yang meninggal dunia belum lama ini. Entah kebetulan atau tidak, dua sosok mantan pejabat ini seperti memiliki kesamaan. Kehidupan rumah tangga mereka cukup berwarna. Sudomo dan Moerdiono sama-sama menikah lebih dari sekali. Sudomo sudah menikahi tiga wanita, meski rumah tangganya gagal sebelum dia menghembuskan nafas terakhir. (lihat hal 35). </span></span></p>
<p><span style="font-family: Arial,sans-serif;"><span style="font-size: small;">Sementara Moerdiono, telah menikahi dua wanita. Setidaknya itu yang diakui Poppy Dharsono, isteri kedunya, dalam bukunya <em>Untold Story, </em>meski pedangdut Machica Mochtar mengaku pernah juga dinikahi Moerdiono.  Yang pasti, kematian Sudomo bukan hanya ditangisi oleh anak-anak, menantu dan para cucu. Sejumlah kolega tampak turut mengantarkan Sudomo ke peristirahatan terakhir. Mereka di antaranya mantan Presiden BJ Habibie, mantan Wapres Try Soetrisno dan mantan KSAD Jendral (Purn) Wismoyo Arismunandar. </span></span></p>
<p><span style="font-family: Arial,sans-serif;"><span style="font-size: small;">Banyaknya kolega yang bertakziah, sudah terasa di rumah duka, di Jalan Sekolah Kencana IV, TM 19, Pondok Indah, Jakarta Selatan. Sejak Rabu (18/4) sore,  ruas jalan di perumahan elit itu sudah dipenuhi mobil-mobil pelayat. Sejumlah petugas kepolisian tampak sibuk mengatur mobil para pelayat, pada Rabu malam. Karangan bunga berderet rapih di sepanjang jalan menuju rumah duka. Turunnya rintik hujan membasahi Ibukota, seolah sebagai pertanda, alampun berduka atas kepergian Sudomo.</span></span></p>
<p><span style="font-family: Arial,sans-serif;"><span style="font-size: small;">Seperti diketahui Sudomo menghembuskan nafas terakhir di Rumah Sakit Pondok Indah, Jakarta Selatan, Rabu (18/4), pada pukul 10.05 WIB. Pria kelahiran Malang, Jawa Timur, 20 September 1926 ini, sempat dirawat di rumah sakit mewah itu, sejak Sabtu (14/4). Sudomo meninggalkan empat orang anak, dan enam cucu. <span style="color: #343434;">Kepala Pusat Penerangan Mabes TNI Laksamana Muda Iskandar Sitompul seperti dikutip sebuah situs  berita mengatakan Sudomo meninggal karena sakit stroke yang dideritanya.</span></span></span></p>
<p><span style="font-family: Arial,sans-serif;"><span style="font-size: small;"><strong>Silaturahmi</strong></span></span></p>
<p><span style="font-family: Arial,sans-serif;"><span style="font-size: small;">Sudomo adalah pelaut sejati. Sebagai perwira Angkatan Laut, karir pria yang akrab disapa Pak Domo ini demikian cemerlang. Setelah menjalani pendidikan di kursus komando Destroyer Gdynia Polandia dan Artilerie School Den Helder, Belanda di tahun 1953, Sudomo dipercaya bertugas di Komando Satuan Tugas MTB Pertempuran Laut Aru, Maluku. Pada pertempuran antara Indonesia-Belanda itu, gugur Komodor Yos Sudarso, yang memimpin KRI Macam Tutul. Kala itu Sudomo masih berpangkat kolonel. </span></span></p>
<p><span style="font-family: Arial,sans-serif;"><span style="font-size: small;">Tahun 1962, Presiden Soerkarno memercayakan Sudomo menjadi Panglima Laut Mandala dalam operasi pembebasan Irian Barat. </span></span></p>
<p><span style="font-family: Arial,sans-serif;"><span style="font-size: small;">Saat terjadi peristiwa Malari (Malapetaka 15 Januari), tahun 1974, <span style="color: #262626;">Sudomo menjadi anak buah Pangkopkamtib Jendral Soemitro, Kala itu Sudomo menjadi kepala staf Kopkamtib, atau orang nomor dua di lembaga superpower bentukan Soeharto tersebut.</span></span></span></p>
<p><span style="font-family: Arial,sans-serif;"><span style="font-size: small;">Tak heran, dua peristiwa penting dalam sejarah republik ini begitu berkesan bagi Sudomo. Nama tiga dari empat putra-putri Sudomo dengan isteri pertamanya, Fransisca Piay, dibubuhkan kata yang identik dengan operasi militer di laut itu. Mereka adalah Biakto.’Trikora’ Putra, Dewi Prihatina ‘Dwikora’ Putri, dan Martini Yuanita ‘Ampera’ Putri.</span></span></p>
<p><span style="font-family: Arial,sans-serif;"><span style="font-size: small;">Papua berhasil menjadi bagian dari wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia. Dan, peristiwa Malari memang sudah padam. Namun, karir Sudomo terus melesat. Setelah menjabat sebagai Pangkopkamtib, karir Sudomo tak surut meski sudah berpakaian sipil. Dalam kabinet pimpinan Soeharto di jaman orde baru, tercatat Sudomo pernah menjabat sebagai Menteri Tenaga Kerja dan Ketua DPA. </span></span></p>
<p><span style="font-family: Arial,sans-serif;"><span style="font-size: small;">Saat menjabat sebagai orang nomor satu di Departemen Tenaga Kerja, seperti dikutip oleh buku <em>Apa dan Siapa Sejumlah Orang Indonesia, tahun 1985-1986, </em>Sudoomo sempat melempar joke, ‘sebagai Menteri Tenaga Kuda’. Hampir setiap pagi bangun jam 4, jam 5 pagi Sudomo sudah  berada di kantornya. </span></span></p>
<p><span style="font-family: Arial,sans-serif;"><span style="font-size: small;">Meski beragam kebijakan kontroversi dihasilkan Sudomo semasa menjabat sebagai Pangkopkamtib atau Menaker, namun jelang akhir hayatnya, Sudomo terbukti bukan mengumpulkan musuh, AM Fatwa, mantan aktifis di tahun 1970, yang sempat dipenjara saat Sudomo menjabat sebagai Pangkopkamtib, tak menaruh dendam, seperti dikutip dalam sebuah tulisan di harian <em>Republika</em>, terbit di tahun 1997. </span></span></p>
<p><span style="font-family: Arial,sans-serif;"><span style="font-size: small;">Kala itu Sudomo menghadiri acara silturahmi dengan jajaran pengurus PP Muhammadiyah. Amien Rais, yang menjadi ketua organisasi Islam itu menyatakan rasa syukurnya lantaran Sudomo sudah kembali memeluk agama Islam. Seperti diketahui, dalam dua perkawinannya dengan Fransisca Piay dan Fransisca Diah Widowati, Sudomo menjadi pria non muslim. </span></span></p>
<p><span style="font-family: Arial,sans-serif;"><span style="font-size: small;">Jelang akhir hayatnya, Sudomo malahan dikenal taat menjalankan ibadah, di antaranya aktif salat subuh di berbagai masjid. Seperti dalam pemahaman ajaran Islam, tanda-tanda meninggal dalam keadaan khusnul khatimah agaknya tampak pada diri Sudomo, yaitu mati dalam keadaan sebagai muslim,  dan dalam ketaatannya beribadah. ***</span></span></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cekricek.co.id/perginya-sang-laksamana/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	<enclosure url='' length='2854' type='image/jpeg' />	</item>
		<item>
		<title>KPI Akhirnya Mengalah</title>
		<link>http://cekricek.co.id/kpi-akhirnya-mengalah/</link>
		<comments>http://cekricek.co.id/kpi-akhirnya-mengalah/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 25 Apr 2012 12:40:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Editor's Note]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cekricek.co.id/?p=47229</guid>
		<description><![CDATA[Oleh : Ariful Hakim Setelah didesak oleh masyarakat penyiaran, Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) akhirnya membuka peluang untuk merevisi Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran (P3&#38;SPS), yang sempat kukuh dipertahankan. Peluang ini diharapkan bisa meredakan ketegangan yang belum surut, sejak KPI merilis P3&#38;SPS awal April 2012 lalu. Penolakan yang massif dari seluruh stasiun tv swasta, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Oleh : Ariful Hakim</strong></p>
<p><strong>Setelah didesak oleh masyarakat penyiaran, Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) akhirnya membuka peluang untuk merevisi Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran (P3&amp;SPS), yang sempat kukuh dipertahankan. Peluang ini diharapkan bisa meredakan ketegangan yang belum surut, sejak KPI merilis P3&amp;SPS awal April 2012 lalu.</strong></p>
<p>Penolakan yang massif dari seluruh stasiun tv swasta, membuat KPI tak berkutik. Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran (P3&amp;SPS) akhirnya kembali mentah, setelah sempat ditetapkan oleh ketua KPI Pusat, Mochamad Riyanto, 22 Maret 2012 lalu. KPI dan  masyarakat penyiaran sepakat melakukan revisi konten P3&amp;SPS yang dinilai akan mematikan industri pertelevisian. “Bila ada pasal-pasal yang perlu diperbaiki kami bersedia membuka dialog. Rumusan P3&amp;SPS ini bukan kitab suci,” kata anggota KPI Pusat Dadang Rahmat Hidayat dalam pertemuan antara Dewan Pers, KPI dan masyarakat penyiaran di Jakarta, Selasa (17/4) lalu.</p>
<p>Melunaknya sikap KPI, tentu disambut gembira masyarakat penyiaran. Dadang menuturkan, revisi terhadap sejumlah pasal dalam P3&amp;SPS boleh saja dilakukan, asal tidak bertentangan dengan pedoman dan peraturan hukum yang berlaku.  Hal senada juga diamini oleh Komisioner KPI lainnya, Mochamad Riyanto. “Kita sangat <em>open</em> menerima masukan materi, baik dengan G to G atau dengan  industri penyiaran,” ujar Riyanto. Agar penyempurnaan materi penyiaran nanti bisa lebih komplet, KPI bakal menjadwalkan sejumlah pertemuan berkala dengan para pemangku kepentingan seperti Dewan Pers, industri penyiaran, DPR dan pemerintah.</p>
<p><strong>Menyamakan Visi</strong></p>
<p>Sejumlah isu penting memang dibahas dalam pertemuan antara Dewan Pers, KPI dan masyarakat penyiaran, yang berlangsung selama dua sesi. Dewan Pers dan KPI melakukan pertemuan lebih dulu, membahas pola komunikasi keduanya yang belakangan kurang harmonis. Dewan Pers terutama menyoal surat KPI, yang menuduh Dewan Pers telah melakukan <em>abuse of power</em>. Siangnya, KPI dan Dewan Pers juga mengundang masyarakat penyiaran dan wartawan, untuk mencari titik temu dari perbedaan yang ada.</p>
<p>Dalam pertemuan itu, Dewan Pers tetap meminta KPI menjelaskan tuduhan penyalahgunaan wewenang, karena Dewan Pers justru tengah melaksanakan tugas undang-undang pers untuk memfasilitasi pembuatan peraturan-peraturan di bidang pers. Dewan Pers tetap menilai surat KPI masih menjadi masalah, selama KPI belum menarik atau menjelaskan secara tertulis tuduhan <em>abuse of power</em>. Dewan Pers juga mempertanyakan prosedur penggantian pimpinan KPI dan disepakati akan ada pertemuan lebih lanjut antara KPI dan Dewan Pers.</p>
<p>Pertemuan lanjutan dirasa penting karena masih ada isu-isu strategis lain, yang masih mengandung perbedaan pandangan. Dewan Pers dan KPI misalnya berbeda pendapat soal prosedur pembuatan P3&amp;SPS. Jika KPI merasa sudah menampung aspirasi masyarakat penyiaran, Dewan Pers berpandangan prosedur yang ditempuh oleh KPI dalam pembuatan P3&amp;SPS bertentangan dengan penjelasan pasal  8 undang-undang penyiaran. Dewan Pers menilai prosedur itu selain bertentangan dengan hukum juga melanggar undang-undang penyiaran sendiri.</p>
<p>Hal paling krusial adalah soal Kode Etik Jurnalistik (KEJ) yang belum dimasukan dalam P3&amp;SPS 2012. Dewan Pers berpendapat sesuai undang-undang No 40/99 Tentang Pers, karya jurnalistik juga mencakup media elektronik sehingga harus tunduk pada KEJ. Bunyinya,” <em>Wartawan penyiaran dalam melaksanakan kegiatan jurnalistik media elektronik tunduk pada kode etik jurnalistik dan peraturan perundang-undangan yang berlaku</em>,”.</p>
<p>Diktum ini sudah dihilangkan dalam peraturan P3&amp;SPS baru yang dikeluarkan KPI. Bunyinya, ”<em>Lembaga penyiaran dalam melaksanakan kegiatan jurnalistik wajib tunduk pada peraturan perundang-undangan yang berlaku serta pedoman perilaku penyiaran (P3) dan standar program siaran (SPS)</em>”. Dari semua isu-isu penting tersebut, KPI mengaku bersedia untuk merevisi P3&amp;SPS sesuai masukan Dewan Pers, tetapi harus melalui mekanisme internal KPI.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Mayoritas Menolak</strong><br />
Sebelum diadakan pertemuan, para pengelola televisi yang merasa konten P3&amp;SPS 2012 banyak merugikan mereka, spontan melakukan penolakan. <em>Metro TV</em> yang sudah dikirimi 5 buku P3&amp;SPS mengaku belum bisa menjadikan buku itu sebagai acuan di institusinya, karena masih ada perselisihan KPI dengan masyarakat penyiaran. Sementara <em>Trans TV</em> dan <em>Trans7</em> langsung menolak pemberlakuan P3&amp;SPS 2012 karena menilai prosedur penyusunan dan penetapannya tidak sesuai dengan undang-undang penyiaran No. 32 tahun 2002. Di situ disebut seharusnya P3&amp;SPS tahun 2012 disusun berdasar usulan dari asosiasi atau masyarakat penyiaran.</p>
<p><em>RCTI</em> lebih keras menolak P3&amp;SPS 2012. Dalam suratnya, <em>RCTI</em> menuduh pembuatan P3&amp;SPS baru telah melanggar ketentuan undang-undang dan beberapa pasal di P3&amp;SPS justru berpotensi mengabaikan kepentingan publik secara luas. Sementara <em>SCTV</em> lebih lunak. Mereka meminta ada revisi atas buku itu. Pembaharuan konten bisa dilakukan lewat diskusi bersama-sama  seluruh komponen industri penyiaran. Waktunya bisa ditentukan KPI. “Saudara” <em>RCTI</em>, <em>Global TV</em> juga relatif lunak, dengan menyebut P3&amp;SPS mengecewakan dan menolak untuk menaati isinya.</p>
<p>Sayang, pihak KPI sendiri enggan untuk menanggapi hasil pertemuan itu. Namun saat baru pertama kali mendapat penolakan, Ezki Suyanto, wakil ketua KPI, tidak sependapat jika disebut tidak melibatkan masyarakat penyiaran dalam penyusunan P3&amp;SPS. “Kita sudah mengundang nara sumber dalam kegiatan Focus Group of Discussion dan Uji Publik periode September 2010-Juni 2011. Jadi pemangku kepentingan KPI termasuk industri penyiaran memberikan masukan dan terlibat,” kata Ezki pada <em>C&amp;R</em> pekan lalu.</p>
<p>Sedangkan soal tuduhan KPI bahwa Dewan Pers telah melakukan <em>abuse of power, </em>hingga berita ini diturunkan KPI tak bersedia memberi tanggapan.***</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong><br />
</strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cekricek.co.id/kpi-akhirnya-mengalah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	<enclosure url='' length='2854' type='image/jpeg' />	</item>
	</channel>
</rss>

